BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian
karena dapat menyebabkan kesakitan dan kematian pada perempuan. Salah satu faktor yang
menyebabkan tingginya risiko kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama
apabila tidak dilakukan deteksi dini dan penanganan secara tepat.
Kanker serviks pada dasarnya dapat dicegah dan ditemukan lebih awal melalui pemeriksaan
deteksi dini. Salah satu metode deteksi dini yang dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).
Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan sederhana dengan mengoleskan larutan asam asetat
pada leher rahim untuk melihat adanya perubahan pada jaringan serviks yang dapat mengarah pada lesi
prakanker. Pemeriksaan ini relatif sederhana, cepat, dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
telah mendapatkan pelatihan sesuai ketentuan.
Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat tantangan, antara lain rendahnya pengetahuan
dan kesadaran perempuan mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, rasa malu atau takut untuk
melakukan pemeriksaan, serta belum optimalnya keteraturan jadwal pemeriksaan.
Berdasarkan kondisi tersebut, UPTD Puskesmas Limau Purut mengembangkan inovasi JAPER IVA
(Jadwal Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat). Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan
keteraturan, akses, dan cakupan pemeriksaan IVA melalui pengaturan jadwal pemeriksaan yang lebih
terencana serta penyampaian informasi dan ajakan kepada masyarakat.
Melalui JAPER IVA diharapkan perempuan usia sasaran dapat lebih mudah mengetahui jadwal
pemeriksaan, mendapatkan informasi yang benar, serta terdorong untuk melakukan deteksi dini kanker
serviks secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
BAB II
A. Nama Inovasi
JAPER IVA
Jadwal Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat
B. Instansi Pelaksana
UPTD Puskesmas Limau Purut
Kecamatan V Koto Timur
Kabupaten Padang Pariaman
C. Pengertian Inovasi
JAPER IVA adalah inovasi pelayanan kesehatan berupa pengaturan dan penyampaian jadwal
pemeriksaan IVA secara terencana dan terorganisir, disertai dengan edukasi dan ajakan kepada
perempuan sasaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks di UPTD Puskesmas Limau Purut.
Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga mendorong peningkatan
pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.
D. Tujuan Inovasi
1. Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan dan keteraturan pemeriksaan IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks
di wilayah kerja UPTD Puskesmas Limau Purut.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA.
b. Meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.
c. Mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai jadwal pemeriksaan IVA.
d. Meningkatkan jumlah perempuan sasaran yang melakukan pemeriksaan IVA.
e. Mendeteksi lebih dini adanya kelainan pada leher rahim sehingga dapat dilakukan tindak lanjut
sesuai kebutuhan.
f. Meningkatkan kualitas pelayanan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Limau Purut.
E. Sasaran Inovasi
Sasaran utama inovasi JAPER IVA adalah perempuan usia sasaran deteksi dini kanker serviks di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Limau Purut, sesuai dengan ketentuan program deteksi dini kanker
serviks yang berlaku.
Sasaran pendukung meliputi:
a. Kader kesehatan;
b. PKK;
c. Tokoh masyarakat;
d. Pemerintah nagari;
e. Organisasi perempuan;
f. Pasangan/keluarga perempuan sasaran;
g. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut.
F. Permasalahan yang Ingin Diatasi
Inovasi JAPER IVA dikembangkan untuk mengatasi beberapa permasalahan, antara lain:
a. Masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.
b. Masih adanya perempuan sasaran yang belum melakukan pemeriksaan IVA.
c. Kurangnya informasi mengenai waktu dan tempat pemeriksaan.
d. Adanya rasa takut, malu, atau kurangnya pemahaman mengenai pemeriksaan IVA.
e. Belum optimalnya pemanfaatan pelayanan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas.
G. Bentuk Kegiatan Inovasi
Pelaksanaan JAPER IVA dilakukan melalui beberapa kegiatan utama:
1. Perencanaan jadwal
Puskesmas menyusun jadwal pemeriksaan IVA secara terencana dengan mempertimbangkan
ketersediaan tenaga kesehatan, sarana pelayanan, dan sasaran.
2. Sosialisasi dan edukasi
Masyarakat diberikan informasi mengenai kanker serviks, faktor risiko, manfaat deteksi dini,
serta prosedur pemeriksaan IVA.
3. Penyebarluasan jadwal
Informasi jadwal pemeriksaan disampaikan melalui berbagai media dan jejaring yang tersedia,
seperti kader, Posyandu, kegiatan masyarakat, media sosial, grup komunikasi masyarakat, maupun
media informasi Puskesmas.
4. Pendaftaran sasaran
Perempuan yang berminat melakukan pemeriksaan diarahkan untuk mendaftar sesuai
mekanisme pelayanan yang berlaku di Puskesmas.
5. Pelaksanaan pemeriksaan IVA
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten sesuai standar pelayanan dan
prosedur yang berlaku.
6. Pencatatan dan pelaporan
Hasil pelayanan dicatat dan dilaporkan sesuai sistem pencatatan program yang berlaku.
7. Tindak lanjut
Apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan tindak lanjut, pasien diberikan edukasi
dan diarahkan untuk mendapatkan pelayanan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang
berlaku.
H. Alur Pelaksanaan JAPER IVA
Sosialisasi kepada masyarakat
↓
Penyampaian jadwal pemeriksaan IVA
↓
Pendaftaran perempuan sasaran
↓
Skrining dan anamnesis
↓
Pemeriksaan IVA oleh tenaga kesehatan
↓
Pencatatan hasil pemeriksaan
↓
Edukasi hasil pemeriksaan
↓
Tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan
↓
Pencatatan dan evaluasi cakupan pelayanan
I. Keunggulan Inovasi
JAPER IVA memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
a. Terjadwal – masyarakat memperoleh informasi waktu pemeriksaan dengan lebih jelas.
b. Mudah diakses – pelayanan dilaksanakan melalui fasilitas kesehatan yang dekat dengan
masyarakat.
c. Proaktif – petugas dan kader ikut membantu menginformasikan serta mengajak sasaran.
d. Edukatif – masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan tetapi juga informasi kesehatan.
e. Terintegrasi – dapat dikembangkan bersama kegiatan Puskesmas, kader, Posyandu, PKK, dan
pemerintah nagari.
f. Berorientasi pencegahan – mengutamakan deteksi dini sebelum penyakit berkembang menjadi
lebih berat.
J. Manfaat Inovasi
Bagi Masyarakat
a. Meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks.
b. Mempermudah mendapatkan informasi jadwal pemeriksaan.
c. Meningkatkan kesadaran melakukan deteksi dini.
d. Membantu menemukan kelainan serviks secara lebih awal.
e. Mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.
Bagi Puskesmas
a. Meningkatkan cakupan pelayanan IVA.
b. Membantu pengelolaan jadwal pelayanan secara lebih teratur.
c. Mempermudah pemantauan sasaran.
d. Meningkatkan kualitas pelayanan promotif dan preventif.
e. Mendukung pencapaian indikator program deteksi dini kanker serviks.
Bagi Pemerintah Nagari dan Lintas Sektor\
a. Mendukung peningkatan derajat kesehatan perempuan.
b. Mendorong partisipasi masyarakat dalam program kesehatan.
c. Memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kanker serviks.
K. Indikator Keberhasilan
Keberhasilan inovasi JAPER IVA dapat dipantau melalui beberapa indikator, antara lain:
1. Jumlah perempuan sasaran yang mendapatkan informasi mengenai pemeriksaan IVA.
2. Jumlah perempuan yang mendaftar untuk pemeriksaan.
3. Jumlah perempuan yang mendapatkan pemeriksaan IVA.
4. Persentase peningkatan cakupan pemeriksaan IVA.
5. Jumlah sasaran dengan hasil pemeriksaan yang mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
6. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini kanker serviks.