BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan masyarakat
yang sehat. Kondisi lingkungan yang tidak terkelola dengan baik, termasuk permasalahan sampah, dapat
memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.
Di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut, masih ditemukan permasalahan pengelolaan sampah,
seperti sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, sampah yang menumpuk di beberapa lokasi, serta
belum optimalnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Selain
mengganggu keindahan lingkungan, sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk,
tikus, dan berbagai organisme lainnya yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
Pembakaran sampah secara terbuka juga dapat menghasilkan asap dan partikel yang dapat
mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-
anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan saluran pernapasan.
Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan
kesehatan ketika masyarakat telah sakit, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif dengan
menciptakan lingkungan yang sehat.
Berdasarkan kondisi tersebut, UPTD Puskesmas Limau Purut mengembangkan inovasi BERNAPAS
LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga).
Inovasi ini mengedepankan kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah nagari, kader kesehatan,
sekolah, tokoh masyarakat, serta masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap
pengelolaan sampah.
Dengan lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik, diharapkan
kualitas lingkungan meningkat dan risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tidak sehat dapat
diminimalkan.
BAB II
GAMBARAN UMUM INOVASI
A. Nama Inovasi
BERNAPAS LEGA
Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga
B. Penggagas Inovasi
UPTD Puskesmas Limau Purut
C. Lokasi Pelaksanaan
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Limau Purut, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.
D. Sasaran Inovasi
Sasaran inovasi meliputi:
1. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut.
2. Pemerintah nagari.
3. Kader kesehatan.
4. Kader Posyandu.
5. Tokoh masyarakat.
6. Tokoh pemuda.
7. Sekolah dan peserta didik.
8. Kelompok masyarakat.
9. Pelaku usaha/kelompok ekonomi masyarakat.
10. Seluruh unsur yang berperan dalam pengelolaan lingkungan.
BAB III
PENJELASAN INOVASI
A. Pengertian
BERNAPAS LEGA merupakan inovasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan upaya kesehatan
dengan kepedulian terhadap pengelolaan sampah melalui kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah
nagari dan masyarakat.
Inovasi ini bertujuan membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah
merupakan bagian dari menjaga kesehatan.
Konsep utama inovasi adalah:
«“Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga.”»
Artinya, kesehatan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelayanan di dalam gedung
Puskesmas, tetapi juga melalui lingkungan tempat masyarakat tinggal, belajar, bekerja, dan beraktivitas.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk
menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
2. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak sampah terhadap kesehatan.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
3. Mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.
4. Mendorong pengurangan sampah yang dihasilkan masyarakat.
5. Meningkatkan keterlibatan nagari dalam pengelolaan lingkungan.
6. Mendorong peran aktif kader dan tokoh masyarakat.
7. Meningkatkan kepedulian anak sekolah terhadap kebersihan lingkungan.
8. Mengurangi lokasi pembuangan sampah sembarangan.
9. Mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
10. Meningkatkan upaya promotif dan preventif Puskesmas melalui pendekatan lingkungan sehat.
BAB IV
UNSUR DAN KOMPONEN INOVASI
A. Unsur Utama
Inovasi BERNAPAS LEGA terdiri dari beberapa unsur utama:
1. Edukasi
Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai:
1. jenis-jenis sampah;
2. dampak sampah terhadap kesehatan;
3. pemilahan sampah;
4. pengurangan sampah;
5. bahaya membuang sampah sembarangan;
6. dampak pembakaran sampah;
7. perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Pemberdayaan Masyarakat
Mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
3. Kolaborasi Nagari
Membangun kerja sama antara Puskesmas dengan pemerintah nagari dan unsur masyarakat
dalam menyelesaikan permasalahan sampah.
4. Kader sebagai Penggerak
Kader berperan membantu memberikan edukasi, mengajak masyarakat, memantau lingkungan,
dan melaporkan permasalahan sampah kepada pihak terkait.
5. Pemantauan Lingkungan
Melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan lokasi yang berpotensi menjadi
tempat pembuangan sampah sembarangan.
BAB V
MEKANISME PELAKSANAAN
A. Tahap 1 – Identifikasi Masalah
Petugas Puskesmas bersama kader dan pemerintah nagari melakukan identifikasi permasalahan
sampah di wilayah kerja.
Identifikasi dapat meliputi:
1. lokasi penumpukan sampah;
2. kebiasaan masyarakat membuang sampah;
3. jenis sampah yang dominan;
4. kondisi tempat pembuangan sampah;
5. kebiasaan pembakaran sampah;
6. dampak lingkungan dan kesehatan yang ditemukan.
B. Tahap 2 – Koordinasi
Puskesmas melakukan koordinasi dengan:
1. pemerintah nagari;
2. kader kesehatan;
3. tokoh masyarakat;
4. sekolah;
5. kelompok masyarakat;
6. unsur terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk menentukan peran, kegiatan, lokasi, jadwal, dan bentuk intervensi yang
akan dilakukan.
C. Tahap 3 – Edukasi
Petugas memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hubungan antara sampah,
lingkungan, dan kesehatan.
Materi edukasi dapat mencakup:
Sampah → Lingkungan tercemar → Vektor berkembang → Risiko penyakit meningkat
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk
pencegahan penyakit.
D. Tahap 4 – Pemilahan Sampah
Masyarakat diarahkan untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Secara sederhana sampah dapat dikelompokkan menjadi:
1. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun.
2. Sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan kaleng.
3. Sampah yang memerlukan penanganan khusus, sesuai ketentuan pengelolaan sampah yang
berlaku.
Pemilahan diharapkan dapat memudahkan pengolahan dan mengurangi sampah yang dibuang ke
lingkungan.
E. Tahap 5 – Aksi Bersama
Dilakukan kegiatan nyata bersama masyarakat, antara lain:
1. gotong royong kebersihan lingkungan;
2. membersihkan lokasi rawan sampah;
3. edukasi pemilahan sampah;
4. kampanye tidak membuang sampah sembarangan;
5. pemasangan media informasi;
6. pembinaan kader;
7. kegiatan kebersihan di sekolah;
8. pengembangan kegiatan pengelolaan sampah sesuai potensi nagari.
F. Tahap 6 – Monitoring
Monitoring dilakukan secara berkala oleh petugas Puskesmas bersama kader dan pemerintah
nagari.
Hal yang dipantau antara lain:
1. kondisi kebersihan lingkungan;
2. keberadaan titik sampah liar;
3. kepatuhan masyarakat dalam membuang sampah;
4. kegiatan pemilahan sampah;
5. partisipasi masyarakat;
6. keberlanjutan kegiatan.
G. Tahap 7 – Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan inovasi.
Evaluasi dapat dilakukan melalui:
1. perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah kegiatan;
2. jumlah masyarakat yang mendapatkan edukasi;
3. jumlah kegiatan yang dilaksanakan;
4. tingkat partisipasi masyarakat;
5. jumlah lokasi rawan sampah yang ditangani;
6. perubahan perilaku masyarakat;
7. dokumentasi kegiatan.
BAB VI
PERAN LINTAS SEKTOR DAN MASYARAKAT
A. Puskesmas
Puskesmas berperan sebagai:
1. penggagas dan koordinator inovasi;
2. pemberi edukasi kesehatan;
3. fasilitator kegiatan;
4. pemantau kondisi lingkungan;
5. melakukan monitoring dan evaluasi;
6. mendokumentasikan kegiatan.
B. Pemerintah Nagari
Pemerintah nagari berperan:
1. mendukung pelaksanaan inovasi;
2. memfasilitasi kegiatan masyarakat;
3. menggerakkan masyarakat;
4. mendukung penyediaan sarana yang diperlukan;
5. membantu keberlanjutan program.
C. Kader
Kader berperan sebagai:
1. penggerak masyarakat;
2. penyampai informasi;
3. pemantau lingkungan;
4. penghubung antara masyarakat dan Puskesmas;
5. membantu dokumentasi dan pelaporan kegiatan.
D. Masyarakat
Masyarakat merupakan pelaksana utama dengan cara:
- membuang sampah pada tempatnya;
- memilah sampah;
- mengurangi penggunaan barang sekali pakai;
- menjaga kebersihan lingkungan;
- mengikuti kegiatan gotong royong;
- melaporkan permasalahan lingkungan kepada pihak terkait.
BAB VII
ALUR INOVASI
Identifikasi masalah sampah
↓
Koordinasi Puskesmas – Nagari – Kader – Masyarakat
↓
Edukasi tentang sampah dan kesehatan
↓
Pemberdayaan dan pemilahan sampah
↓
Aksi/gotong royong lingkungan
↓
Pemantauan kondisi lingkungan
↓
Evaluasi hasil kegiatan
↓
Perbaikan dan keberlanjutan inovasi
BAB VIII
STRATEGI KOMUNIKASI
Komunikasi inovasi dilakukan melalui berbagai media, antara lain:
1. Penyuluhan langsung.
2. Pertemuan masyarakat.
3. Kegiatan Posyandu.
4. Kegiatan sekolah.
5. Media poster dan banner.
6. Media sosial Puskesmas.
7. Grup komunikasi masyarakat/kader.
8. Kegiatan gotong royong.
9. Kampanye lingkungan sehat.
Pesan utama yang digunakan:
“Sampah Terjaga, Lingkungan Sehat, Bernapas Lebih Lega.”
BAB IX
PENUTUP
Inovasi BERNAPAS LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga)
merupakan bentuk komitmen UPTD Puskesmas Limau Purut dalam memperkuat upaya promotif dan
preventif melalui pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan
seluruh unsur masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian
dari budaya hidup bersih dan sehat.
Melalui BERNAPAS LEGA diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan
masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan lingkungan.
“BERSAMA PEDULI SAMPAH, LINGKUNGAN SEHAT, BERNAPAS LEBIH LEGA.”