⏰ Senin - Sabtu: 08:00 - 14:00 🚨 UGD 24 Jam
Logo Pemkab
Puskesmas Limau Purut Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman
📞
Layanan UGD & Hotlines 119 / (0751) XXXX
📍
Alamat Kantor Kab. Padang Pariaman
← Kembali ke Beranda
inovasi 📅 12 Feb 2025 • 👁 21 Dilihat

MANUAL BOOK BERNAPAS LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Hidup Lebih Terjaga)

MANUAL BOOK BERNAPAS LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Hidup Lebih Terjaga)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan masyarakat

yang sehat. Kondisi lingkungan yang tidak terkelola dengan baik, termasuk permasalahan sampah, dapat

memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.

Di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut, masih ditemukan permasalahan pengelolaan sampah,

seperti sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, sampah yang menumpuk di beberapa lokasi, serta

belum optimalnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Selain

mengganggu keindahan lingkungan, sampah dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk,

tikus, dan berbagai organisme lainnya yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

Pembakaran sampah secara terbuka juga dapat menghasilkan asap dan partikel yang dapat

mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-

anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan saluran pernapasan.

Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan

kesehatan ketika masyarakat telah sakit, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif dengan

menciptakan lingkungan yang sehat.

Berdasarkan kondisi tersebut, UPTD Puskesmas Limau Purut mengembangkan inovasi BERNAPAS

LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga).

Inovasi ini mengedepankan kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah nagari, kader kesehatan,

sekolah, tokoh masyarakat, serta masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap

pengelolaan sampah.

Dengan lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik, diharapkan

kualitas lingkungan meningkat dan risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tidak sehat dapat

diminimalkan.

BAB II

GAMBARAN UMUM INOVASI

A. Nama Inovasi

BERNAPAS LEGA

Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga

B. Penggagas Inovasi

UPTD Puskesmas Limau Purut

C. Lokasi Pelaksanaan

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Limau Purut, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

D. Sasaran Inovasi

Sasaran inovasi meliputi:

1. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut.

2. Pemerintah nagari.

3. Kader kesehatan.

4. Kader Posyandu.

5. Tokoh masyarakat.

6. Tokoh pemuda.

7. Sekolah dan peserta didik.

8. Kelompok masyarakat.

9. Pelaku usaha/kelompok ekonomi masyarakat.

10. Seluruh unsur yang berperan dalam pengelolaan lingkungan.

BAB III

PENJELASAN INOVASI

A. Pengertian

BERNAPAS LEGA merupakan inovasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan upaya kesehatan

dengan kepedulian terhadap pengelolaan sampah melalui kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah

nagari dan masyarakat.

Inovasi ini bertujuan membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah

merupakan bagian dari menjaga kesehatan.

Konsep utama inovasi adalah:

«“Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga.”»

Artinya, kesehatan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelayanan di dalam gedung

Puskesmas, tetapi juga melalui lingkungan tempat masyarakat tinggal, belajar, bekerja, dan beraktivitas.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk

menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung peningkatan derajat kesehatan

masyarakat.

2. Tujuan Khusus

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak sampah terhadap kesehatan.

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

3. Mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

4. Mendorong pengurangan sampah yang dihasilkan masyarakat.

5. Meningkatkan keterlibatan nagari dalam pengelolaan lingkungan.

6. Mendorong peran aktif kader dan tokoh masyarakat.

7. Meningkatkan kepedulian anak sekolah terhadap kebersihan lingkungan.

8. Mengurangi lokasi pembuangan sampah sembarangan.

9. Mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

10. Meningkatkan upaya promotif dan preventif Puskesmas melalui pendekatan lingkungan sehat.

BAB IV

UNSUR DAN KOMPONEN INOVASI

A. Unsur Utama

Inovasi BERNAPAS LEGA terdiri dari beberapa unsur utama:

1. Edukasi

Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai:

1. jenis-jenis sampah;

2. dampak sampah terhadap kesehatan;

3. pemilahan sampah;

4. pengurangan sampah;

5. bahaya membuang sampah sembarangan;

6. dampak pembakaran sampah;

7. perilaku hidup bersih dan sehat.

2. Pemberdayaan Masyarakat

Mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

3. Kolaborasi Nagari

Membangun kerja sama antara Puskesmas dengan pemerintah nagari dan unsur masyarakat

dalam menyelesaikan permasalahan sampah.

4. Kader sebagai Penggerak

Kader berperan membantu memberikan edukasi, mengajak masyarakat, memantau lingkungan,

dan melaporkan permasalahan sampah kepada pihak terkait.

5. Pemantauan Lingkungan

Melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan lokasi yang berpotensi menjadi

tempat pembuangan sampah sembarangan.

BAB V

MEKANISME PELAKSANAAN

A. Tahap 1 – Identifikasi Masalah

Petugas Puskesmas bersama kader dan pemerintah nagari melakukan identifikasi permasalahan

sampah di wilayah kerja.

Identifikasi dapat meliputi:

1. lokasi penumpukan sampah;

2. kebiasaan masyarakat membuang sampah;

3. jenis sampah yang dominan;

4. kondisi tempat pembuangan sampah;

5. kebiasaan pembakaran sampah;

6. dampak lingkungan dan kesehatan yang ditemukan.

B. Tahap 2 – Koordinasi

Puskesmas melakukan koordinasi dengan:

1. pemerintah nagari;

2. kader kesehatan;

3. tokoh masyarakat;

4. sekolah;

5. kelompok masyarakat;

6. unsur terkait lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan peran, kegiatan, lokasi, jadwal, dan bentuk intervensi yang

akan dilakukan.

C. Tahap 3 – Edukasi

Petugas memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hubungan antara sampah,

lingkungan, dan kesehatan.

Materi edukasi dapat mencakup:

Sampah → Lingkungan tercemar → Vektor berkembang → Risiko penyakit meningkat

Masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk

pencegahan penyakit.

D. Tahap 4 – Pemilahan Sampah

Masyarakat diarahkan untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

Secara sederhana sampah dapat dikelompokkan menjadi:

1. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun.

2. Sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan kaleng.

3. Sampah yang memerlukan penanganan khusus, sesuai ketentuan pengelolaan sampah yang

berlaku.

Pemilahan diharapkan dapat memudahkan pengolahan dan mengurangi sampah yang dibuang ke

lingkungan.

E. Tahap 5 – Aksi Bersama

Dilakukan kegiatan nyata bersama masyarakat, antara lain:

1. gotong royong kebersihan lingkungan;

2. membersihkan lokasi rawan sampah;

3. edukasi pemilahan sampah;

4. kampanye tidak membuang sampah sembarangan;

5. pemasangan media informasi;

6. pembinaan kader;

7. kegiatan kebersihan di sekolah;

8. pengembangan kegiatan pengelolaan sampah sesuai potensi nagari.

F. Tahap 6 – Monitoring

Monitoring dilakukan secara berkala oleh petugas Puskesmas bersama kader dan pemerintah

nagari.

Hal yang dipantau antara lain:

1. kondisi kebersihan lingkungan;

2. keberadaan titik sampah liar;

3. kepatuhan masyarakat dalam membuang sampah;

4. kegiatan pemilahan sampah;

5. partisipasi masyarakat;

6. keberlanjutan kegiatan.

G. Tahap 7 – Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan inovasi.

Evaluasi dapat dilakukan melalui:

1. perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah kegiatan;

2. jumlah masyarakat yang mendapatkan edukasi;

3. jumlah kegiatan yang dilaksanakan;

4. tingkat partisipasi masyarakat;

5. jumlah lokasi rawan sampah yang ditangani;

6. perubahan perilaku masyarakat;

7. dokumentasi kegiatan.

BAB VI

PERAN LINTAS SEKTOR DAN MASYARAKAT

A. Puskesmas

Puskesmas berperan sebagai:

1. penggagas dan koordinator inovasi;

2. pemberi edukasi kesehatan;

3. fasilitator kegiatan;

4. pemantau kondisi lingkungan;

5. melakukan monitoring dan evaluasi;

6. mendokumentasikan kegiatan.

B. Pemerintah Nagari

Pemerintah nagari berperan:

1. mendukung pelaksanaan inovasi;

2. memfasilitasi kegiatan masyarakat;

3. menggerakkan masyarakat;

4. mendukung penyediaan sarana yang diperlukan;

5. membantu keberlanjutan program.

C. Kader

Kader berperan sebagai:

1. penggerak masyarakat;

2. penyampai informasi;

3. pemantau lingkungan;

4. penghubung antara masyarakat dan Puskesmas;

5. membantu dokumentasi dan pelaporan kegiatan.

D. Masyarakat

Masyarakat merupakan pelaksana utama dengan cara:

- membuang sampah pada tempatnya;

- memilah sampah;

- mengurangi penggunaan barang sekali pakai;

- menjaga kebersihan lingkungan;

- mengikuti kegiatan gotong royong;

- melaporkan permasalahan lingkungan kepada pihak terkait.

BAB VII

ALUR INOVASI

Identifikasi masalah sampah

↓

Koordinasi Puskesmas – Nagari – Kader – Masyarakat

↓

Edukasi tentang sampah dan kesehatan

↓

Pemberdayaan dan pemilahan sampah

↓

Aksi/gotong royong lingkungan

↓

Pemantauan kondisi lingkungan

↓

Evaluasi hasil kegiatan

↓

Perbaikan dan keberlanjutan inovasi

BAB VIII

STRATEGI KOMUNIKASI

Komunikasi inovasi dilakukan melalui berbagai media, antara lain:

1. Penyuluhan langsung.

2. Pertemuan masyarakat.

3. Kegiatan Posyandu.

4. Kegiatan sekolah.

5. Media poster dan banner.

6. Media sosial Puskesmas.

7. Grup komunikasi masyarakat/kader.

8. Kegiatan gotong royong.

9. Kampanye lingkungan sehat.

Pesan utama yang digunakan:

“Sampah Terjaga, Lingkungan Sehat, Bernapas Lebih Lega.”

BAB IX

PENUTUP

Inovasi BERNAPAS LEGA (Bersama Nagari Peduli Sampah Agar Kesehatan Lebih Terjaga)

merupakan bentuk komitmen UPTD Puskesmas Limau Purut dalam memperkuat upaya promotif dan

preventif melalui pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh Puskesmas, tetapi membutuhkan keterlibatan

seluruh unsur masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian

dari budaya hidup bersih dan sehat.

Melalui BERNAPAS LEGA diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan

masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan lingkungan.

“BERSAMA PEDULI SAMPAH, LINGKUNGAN SEHAT, BERNAPAS LEBIH LEGA.”

Aksesibilitas

Silakan laporkan keluhan Anda ke layanan Lapor Ajo!